Friday, March 25, 2011

APA ANDA TAHU PEMBEDAHAN CEASAREAN

Seorang rakan wanita anak yang pertama melakukan pembedahan caeserean, walaupun peringkat awal ia juga dapat merasakan bagaimana kesakitan, namun kerana fakta usia dan akhirnya bersetuju melakukannya. Namun satu kajian terbaru menunjukan kadar kematian di
sebabkan pembedahan secara caesereans menunjukan kadar kematian adalah tiga kali daripada wanita yang melahirkan anak secara biasa. Ini meliputi pembedahan yang dilakukan secara elektif dan emergency. Ini bukan kerana yang berpenyakit sedia ada tetapi tapi kebanyakan
jangkitan kuman, darah beku dan komplikasi yang disebabkan oleh nesthesia. Walaupun di Malaysia adalah rendah tapi adalah membimbangkan.
Berkongsi pengalaman seorang rakan yang sama untuk melahirkan anak Yang kedua kebetulan due date tidak jauh dengan tarikh anak pertama, jadi beliau telah buat appointment dengan doctor agar melakukan pembedahan pada tarikh yang sama dengan anak yang pertama. Akan
tetapi sebelum tarikh tiba beliau telah ada tanda-tanda untuk melahirkan namun tiada kesakitan yang dirasakan. Sehari dimasukan ke hospital yang mana menurut pemeriksaan doctor yang mana bayi didapati telah pun membuang nijis di dalam. Pembedahan dilakukan dengan segera untuk mengelak jangkitan kuman.
Apa yang dapat kita perhatikan adakah kelahiran caserean secara elektif adalah suatu alternatif yang selamat menggantikan kelahiran biasa vaginal delivery?. Peningkatan secara begini semakin meningkat berikutan penumbuhan banyak pusat perubatan swasta. Ini juga bukan
berarti melakukan pembedahan ini adalah bukan sekadar untuk menyelamatkan ibu dan anak, tetapi kerana kebimbangan ibu tidak dapat menahan sakit ketika melahirkan juga bimbang akan mendapat masalah pelvic yang rumit dikemudian hari. Seperti pelvic organ rolapse. Malah ada juga yang membuat pilihan kerana mahu tarikh kelahiran anak yang cantik dan pelbagai lagi alasan yang tidak munasabah.
Terdapat banyak kesan hasil dari pembedahan ini. Bagi wanita yang bercadang untuk melakukan pembedahan caserean secara elektif haruslah mengetahui risiko prosedur dan juga risiko pada bayi setelah lahirkan nanti. Risikonya adalah tinggi berbanding dengan kelahiran
bayi secara biasa (apa risikontanya?). Tapi dalam kes-kes kehamilan yang bermasalah pembedahan ini mungkin dapat menyelamatkan bayi. Jadi berhati-hatilah walaupun di-Malaysia kadar kematian dan komplikasi ibu dan bayi yang rendah. Boleh percayakah risikonya sedangkan ramai yang okay.

Thursday, March 10, 2011

KOLESTROL-Punca Lelaki Panjang Umur

Illustrasi salur darah

Penelitian menunjukkan, kualiti kesehatan seorang lelaki dapat ditentukan pula oleh kadar kolesterol dalam darahnya. Mereka yang mampu menjaga kestabilan kadar kolesterol baik atau HDL-nya, relatif memiliki umur yang panjang.

Menurut kajian para peneliti di Boston yang dipublikasikan American Journal of Cardiology, lelaki yang mampu mencapai usia 85 tahun cenderung memiliki tingkat kolesterol HDL yang tinggi saat berusia 60-an. Lelaki yang kadar HDL-nya paling tinggi risikonya kurang dari 28 persen meninggal di usia 85, dibandingkan lelaki dengan kadar HDL-nya paling rendah.

Dr. Nir Barzilai dari Institute for Aging Research pada Albert Einstein College of Medicine di New York, AS, berpendapat hasil penelitian ini menambah bukti bahwa kolesterol memegang peranan penting dalam menentukan kualiti kesehatan seseorang.

"Kita harus selalu mengingat bahwa ini adalah suatu hubungan, dan bukan berarti memiliki HDL yang tinggi dapat meningkatkan harapan hidup," ujar Barzilai.

Menurut American Heart Association, sekitar 12 juta orang di Negeri Paman Sam mengidap sakit jantung dan strok berdasarkan pada tahun 2006. Tetapi risiko gangguan jantung sebenarnya dapat diturunkan dengan cara menjaga level kolesterol HDL tetap tinggi. Kadar HDL yang rendah, kurang dari 40 miligram per desiliter (mg/dL) dalam darah, selama ini juga dikenal dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penurunan risiko


Ilmuwan dari Massachusetts Veterans Epidemiology and Research Information Center di Boston, AS, melakukan kajian terhadap rekam medik 650 veteran ketika mereka berusia sekitar 65 tahun. Kemudian, veteran ini dikelompokan berdasarkan level HDL mereka.

Dimulai dari kadar terendah yakni 40 mg/dL, peneliti menemukan bahwa setiap 10 mg/dL peningkatan HDL, seorang lelaki mengalami penurunan risiko 14 persen meninggal di usia 85. Secara keseluruhan, ada 375 veteran yang bertahan hingga melewati usia tersebut.

Selain itu, tercatat sedikit lelaki yang kadar HDL-nya tinggi yang mengalami kegemukan dan di antara mereka cenderung minum alkohol tidak melebihi dua gelas sehari. Di antara mereka juga lebih sedikit mengalami gangguan jantung dan merokok, dibandingkan pada kelompok yang HDL rendah.

Menurut Barzilai, faktor-faktor tersebut juga mungkin memberikan pengaruh terhadap daya tahan para lelaki. Walau begitu, para peneliti tidak memperhitungkan faktor-faktor itu , dan dan hasil kajian menunjukkan hubungan kuat antara pencapaian usia 85 dengan tingginya kadar HDL.

Barzilai menambahkan, untuk mengubah kadar HDL dalam tubuh tidaklah mudah. Olahraga mungkin dapat membantu, tetapi saat ini belum ada cara paling efisien untuk memperbaiki kadar HDL. "Pada akhir kita mungkin perlu obat-obatan," ujarnya.

Menurut Mayo Clinic, asupan suplemen salah satu jenis vitamin B yakni niacin mungkin dapat membantu mendongkrak level HDL antara 15 hingga 35 persen. Tetapi, ada risiko efek sempingnya yakni kerusakan pada liver dan naiknya gula darah. Tetapi ada pula sumber niacin alami yakni produk berbahan susu, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, telur dan ikan.